Senin, 11 April 2016

INGATAN

     A.Pengertian Ingatan (Memory)

           Ingatan (memory) ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan. Jadi, ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan; menerima kesan-kesan, menyimpan dan mereproduksikan.
          Orang yang dapat mengingat sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya, kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Dengan demikian ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau (Woodworth dan Marquis, 1957).[1][1]
         Dengan kata lain ingatan merupakan kemampuan psikis untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang lampau.

      B.     Sifat-Sifat Ingatan (Memory)
              Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah dialami. Namun tidak berarti bahwa semua yang pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatannya, oleh karena ingatan kemampuan yang terbatas.
Sifat-sifat ingatan :
1.   Ingatan yang cepat dan mudah: seorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan
2.   Ingatan yang luas: sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan-kesan dan dalam daerah yang luas
3. Ingatan yang teguh: kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah, melainkan tetap sebagaimana pada waktu menerimanya (tidak mudah lupa)
4. Ingatan yang setia: kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah, melainkan tetap sebagaimana pada waktu menerimanya
5.  Ingatan mengabdi atau patuh: kesan yang pernah dicamkan dapat dengan mudah direproduksi dengan lancar

Gangguan-gangguan ingatan :
1.  lupa : peristiwa yang tidak dapat memproduksikan tanggapan kita.
2.  amnesia : peristwa yang tidak dapat memproduksikan tanggapan karena ingatan kita tidak sehat.
3. deya vu : ialah sutatu peristiwa seakan-akan sudah pernah. Sesuatu yang sebenarnya belum ( pengenalan tipuan )
4.   jamais vu : ialah peristiwa seakan akan belum pernah kenal kepada sesuatu yang sebenarnya sudah ( lupa tipuan )
5. depersonalis, ialah suatu peristiwa, seorang seorang tidak mengenal dirinya sendiri .contoh : seseorang berbuat sesuatu, waktu ia ditegur ia tidak mengakui bahwa itu perbuatannya dan dikatakan bahwa itu perbuatan orang lain. Kalau yang dikatakan ini orang besar maka peristiwa ini disebut  GROOTHEIDSWAN

            Prestasi ingatan berhubungan erat dengan kondisi jasmani, misalnya; kelelehan, sakit, dan kurang tidur juga menurunkan prestasi ingatan. Dari factor usia, ingatan paling tajam pada diri manusia ialah kurang lebih pada masa kanak-kanak (10-14 th), dan ini baik sekali untuk daya ingatan mekanis, yakni daya ingatan yang hanya untuk kesan-kesan penginderaan. Sesudah umur ini mencamkan dalam ingatan juga dapat dipertinggi, tetapi hanya untuk kesan-kesan yang mengandung pengertian (daya ingatan logis). Dan ini berlangsung antara umur 15-50 th.
               Ingatan berhubungan pula dengan emosi seseorang. Factor sugesti dan perasaan memegang peranan besar dalam penentuan kualitas ingatan. Rasa takut, cemas, ragu-ragu, gugup, minder dan malu semua dapat mempengaruhi ingatan seseorang.
                 Salah satu produk dari ngatan adalah mengenal kembali. Mengenal kembali ialah (recognize) ialah kesadaran masa lampau sebagai akibat dari pengamatan. Pengenalan kembali itu berlangsung dengan bantuan impuls dari luar. Disamping pengenalan kembali, ada peristiwa mengingat kembali (to remember, to recall), yaitu kesadaran masa lampau, dikaitkan reproduksi. Jika pngenalan kembali ditimbulkan oleh impuls dari luar maka mengingat kembali disebabkan oleh adanya perangsang/impuls dari dalam atau internal. Peristiwa lain yang sangat penting dalam ingatan ialah aktivitas psikis mencamkan (memasukkan-meletakkan). Usaha dengan sengaja memasukkan-meletakkan bahan pengenalan dalam ingatan itu disebut “memorisasi”.
            Dalam memorisasi dapat berlansung dengan cara “otomatis” atau berlangsung dengan sendirinya, tanpa menggunakan akal atau tidak sengaja. Sekalipun dengan memorisasi memungkinkan orang dapat mengingat apa yang telah dipelajarinya, tetapi tidak berarti bahwa semua “memory traces” ini akan tetap tinggal dengan baik, karena pada suatu saan akan hilang, dalam hal ini orang mengalami kelupaan. Yang mana seseorang tidak dapat mereproduksi tanggapan-tanggapan yang pernah dialami, padahal ingatannya sehat.
Cara penyelidikan ingatan:
1.   Metode mempelajari (the learning method)
     Metode ini merupakan metode untuk menyelidiki kemampuan ingatan dengan cara melihat sampai sejauh mana waktu yang diperlukan atau usaha yang dijalankan oleh subjek (S), untuk dapat menguasai materi yang dipelajarai dengan baik.
2.   Metode mempelajari kembali (the relearning method)
     Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana subjek disuruh mempelajari materi kembali yang pernah dipelajari sampai pada suatu criteria tertentu seperti pada mempelajari materi tersebut pada pertama kali. Makin sering dipelajari materi tersebut, waktu yang dibutuhkan semakin pendek. Ini berarti bahwa pada “relearning” ada waktu yang dihemat atau disimpan. Kerena itu metode ini juga sering disebut “saving method”.
3.   Metode rekonstruksi
     Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana subjek disuruh mengkonstruksi kembali suatu materi yang diberikan kepadanya. Dalam mengkonstruksi itu dapat diketahui waktu yang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat sampai pada criteria tertentu.
4.   Metode mengenal kembali
     Metode ini digunakan dengan mengambil bentuk dengan cara pengenalan kembali. Subjek disuruh mempelajari suatu materi, kemudian diberikan materi untuk mengetahui sampai sejauh mana yang dapat diingan dengan bentuk pilihan benar salah, atau dengan pilihan ganda (multiple choise).
5.   Metode mengingat kembali
      Metode ini ialah mengambil bentuk subjek disuruh mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya.
6.  Metode assosiasi berpasangan
     Metode ini mengambil bentuk subjek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dalam mengingat, dalam evaluasi salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus dan subjek disuruh menyebutkan atau menimbulkan kembali pasangannya.

      C. Pengertian Lupa
                 Lupa merupakan istilah yang sangat populer di masyarakat. Dari hari ke hari dan bahkan setiap waktu pasti ada orang-orang tertentu yang lupa akan sesuatu, entah hal itu tentang peristiwa atau kejadian di masa lampau atau sesuatu yang akan dilakukan, mungkin juga sesuatu yang baru saja dilakukan. Fenomena dapat terjadi pada siapapun juga, tak peduli apakah orang itu anak-anak, remaja, orang tua, guru, pejabat, profesor, petani dan sebaginya. (syaiful Bahri Djamarah, 2008: 206)
                Soal mengingat dan lupa biasanya juga ditunjukkan dengan satu pengertian saja, yaitu retensi, karena memang sebenarnya kedua hal tersebut hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi berlainan. Hal yang diingat adalah hal yang tidak dilupakan, dan hal yang dilupakan adalah hal yang tidak diingat. (Sumadi Suryabrata, 2006: 47)
                 Lupa ialah peristiwa tidak dapat memproduksikan tanggapan-tanggapan kita, sedang ingatan kita sehat. (Agus Suyanto, 1993: 46), adapula yang mengartikan lupa sebagai suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali utnuk digunakan. (Irwanto, 1991: 150).
                 Muhibbinsyah (1996) dalam bukunya yang berjudul psikologi pendidikan mengartikan lupa sebagai hilangnya kemampuan untuk menyebut kembali atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari secara sederhana. Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidak mampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari, dengan demikian lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita.

     D.     Proses Terjadinya Lupa
          Daya ingatan kita tidak sempurna. Banyak hal-hal yang pernah diketahui, tidak dapat diingat kembali atau dilupakan.
     Dewasa ini ada empat cara untuk menerangkan proses lupa keempatnya tidak saling bertentangan, melainkan saling mengisi.
1.   Apa yang telah kita ingat, disimpan dalam bagian tertentu diotak kalau materi yang harus diingat itu tidak pernah digunakan, maka karena proses metabolisme otak, lambat laun jejak materi itu terhapus dari otak sehingga kita tidak dapat mengingatnya kembali. Jadi, karena tidak digunakan, materi itu lenyap sendiri.
2.  Mungkin pula materi itu tidak lenyap begitu saja, melainkan mengalami perubahan-perubahan secara sistematis, mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:

 a. Penghalusan: materi berubah bentuk ke arah bentuk yang lebih simatris, lebih halus dan kurang tajam, sehingga bentuk yang asli tidak diingat lagi.
 b.  Penegasan: bagian-bagian yang paling mencolok dari suatu hal adalah yang paling mengesankan. Karena itu, dalam ingatan bagian-bagian ini dipertegas, sehingga yang diingat hanyalah bagian-bagian yang mencolok, sedangkan bentuk keseluruhan tidak begitu diingat.
 c.  Asimilasi: bentuk yang mirip botol misalnya, akan kita ingat sebagai botol, sekalipun bentuk itu bukan botol. Dengan demikian, kita hanya ingat sebuah botol, tetapi tidak ingat bentuk yang asli. Perubahan materi di sini disebabkan bagaimana wajah orang itu tidak kita ingat lagi.
3.   Kalau mempelajari hal yang baru, kemungkinan hal-hal yang sudah kita ingat, tidak dapat kita ingat lagi. Dengan kata lain, materi kedua menghambat diingatnya kembali materi pertama. Hambatan seperti ini disebut hambatan retroaktif. Sebaliknya, mungkin pula materi yang baru kita pelajari tidak dapat masuk dalam ingatan, karena terhambat oleh adanya materi lain yang terlebih dahulu dipelajari, hambatan seperti ini disebut hambatan proaktif.
4. Ada kalanya kita melakukan sesuatu. Hal ini disebut represi. Peristiwa-peristiwa mengerikan, menakutkan, penuh dosa, menjijikan dan sebagainya, atau semua hal yang tidak dapat diterima oleh hati nurani akan kita lupakan dengan sengaja (sekalipun proses lupa yang sengaja ini terkadang tidak kita sadari, terjadi diluar alam kesadaran kita). Pada bentuknya yang ekstrim, represi dapat menyebabkan amnesia, yaitu lupa nama sendiri, orang tua, anak dan istri dan semua hal yang bersangkut paut dirinya sendiri. Amnesia ini dapat itolong atau disembuhkan melalui psikoterapi atau melalui suatu peristiwa yang sangat dramatis sehingga menimbulkan kejutan kejiwaan pada penderita. (Ahmad Fauzi, 1997: 52-54)

     E.    Faktor-Faktor Penyebab Lupa
                Pertama, lupa terjadi karena gangguan konflik antara item-item informasi atau materi yang ada dalam sistem memori siswa. Dalam interfence theory (teori mengenai gangguan), gangguan konflik ini terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1)   proactive interference, 2) retroactive interference (Reber, 1988; Best, 1989; Anderson, 1990)
   Seorang siswa akan mengalami gangguan proaktif apabila materi pelajaran yang sudah lama tersimpan dalam subsistem akal permanennya mengganggu masuknya materi pelajaran baru. Peristiwa ini terjadi apabila siswa tersebut mempelajari sebuah materi pelajaran yang sangat mirip dengan materi pelajaran yang telah dikuasainya dalam tenggang waktu yang pendek. Dalam hal ini, materi yang baru saja dipelajari akan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali.
   Sebaliknya, seorang siswa akan mengalami gangguan retroaktif apabila materi pelajaran baru membawa konflik dan gangguan terhadap kembali materi pelajaran lama yang telah lebih dahulu tersimpan dalam subsistem akal permanen siswa tersebut. Dalam hal ini, materi pejaran lama kan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali. Dengan kata lain, siswa tersebut lupa akan materi pelajaran lama tersebut.
Kedua, lupa dapat terjadi pada seorang siswa karena adanya tekanan terhadap item yang telah ada, baik sengaja ataupun tidak. Penekanan ini terjadi karena adanya kemungkinan.
a.   Karena item informasi (berupa pengetahuan, tanggapan, kesan dan sebagainya) yang diterima siswa kurang menyenangkan, sehingga ia dengan sengaja menekannya hingga ke alam ketidaksadaran.
b.   Karena item informasi yang baru secara otomatis menekan item informasi yang telah ada, jadi sama dengan fenomena retroaktif.
c.  Karena item informasi yang akan direproduksi (diingat kembali) itu tertekan ke alam bawah sadar dengan sendirinya lantaran tidak pernah digunakan.
    Itulah pendapat yang didasarkan para repression theory yakni teori represi/ penekanan (Reber, 1988). Namun, perlu ditambahkan bahwa istilah “alam ketidaksadaran” dan “alam bawah sadar” seperti tersebut di atas, merupakan gagasan Sigmund Freud, bapak psikologi analisis yang banyak mendapat tantanganm baik dari kawan maupun lawannya itu.
    Ketiga, lupa dapat terjadi pada siswa karena perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu mengingat kembali (Anderson, 1990). Jika seorang siswa hanya mengenal atau mempelajari hewan jerapah atau kudanil lewat gambar-gambar yang ada di sekolah misalnya, maka kemungkinan ia akan lupa menybut nama hewan-hewan tadi ketika melihatnya di kebun binatang.
   Keempat, lupa dapat terjadi karena perubahan sikap dan minat siswa terhadap proses belajar mengajar dengan tekun dan serius, tetapi karna sesuatu hal sikap dan minat siswa tersebut menjadi sebaliknya (seperti karena ketidaksenangan kepada guru) maka materi pelajaran itu akan mudah terlupakan.
  Kelima, menurut law of disuse (Hilgard & Bower 1975), lupa dapat terjadi karena materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunakan atau dihafalkan siswa. Menurut asumsi sebagian ahli, materi yang diperlakukan demikian denga sendirinya akan masuk ke alam bawah sadar atau mungkin juga bercampur aduk dengan materi pelajaran baru.
  Keenam, lupa tentu saja dapat terjadi karena perubahan urat syaraf otak. Seorang siswa yang terserang penyakit tertentu seperti keracunan, kecanduan alkohol, dan geger otak akan kehilangan ingatan item-item informasi yang ada dalam memori permanennya.
    Meskipun penyebab lupa itu banyak aneka ragamnya, yang paling penting untuk diperhatikan para guru adalah faktor pertama yang meliputi gangguan proaktif dan retroaktif, karena didukung oleh hasil riset dan eksperimen. Mengenai faktor keenam, tentu saja semua orang maklum.
    Kecuali gangguan proaktif dan retroaktif, ada satu lagi penemuan baru yang menyimpulkan bahwa lupa dapat dialami seorang siswa apabila item informasi yang ia serap rusak sebelum masuk ke memori permanennya. Item yang rusak (decay) itu tidak hilang dan tetap diproses oleh sistem memori siswa tadi, tetapi terlalu lemah untuk dipanggil kembali. Kerusakan item informasi tersebut mungkin disebabkan karena tennggang waktu (delay) antara waktu diserapnya item informasi dengan saat proses pengkodean dan transformasi dalam memori jangka pendek siswa tersebut (Best, 1989; Anderson, 1990).
    Apakah materi pelajaran yang terlupakan oleh siswa benar-benar hilang dari ingatan akalnya? Menurut pandangan ahli psikologi kognitif, “tidak!” materi pelajaran itu masih terdapat dalam subsistem akal permanen siswa namun terlalu lemah untuk di panggil atau diingat kembali. Buktinya banyak siswa yang mengeluh “kehilangan ilmu”, setelah melakukan relearning (belajar lagi) atau mengikuti remedial teaching berfungsi memperbaiki atau menguatkan item-item informasi yang rusak atau lemah dalam memori para siswa tersebut, sehingga mereka berhasil mencapai prestasi yang memuaskan. (Muhibbin Syah, 1996: 160)

     F.     Teori-Teori Mengenai Lupa
             Lupa merupakan suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali untuk digunakan. Ada empat teori tentang lupa, yaitu Decay theory, Interference theory, Retrieval failure, motivated forgetting, dan lupa karena sebab-sebab fisiologis. Teori-teori ini khususnya merujuk pada memori jangka panjang.
1.      Decay theory
     Teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Teori ini mengandalkan bahwa setiap informasi di simpan dalam memori akan meninggalkan jejak (memory trace). Jejak-jejak ini akan rusak atau menghilang bila tidak pernah dipakai lagi. Meskipun demikian, banyak ahli sekarang menemukan bahwa lupa tidak semata-mata disebabkan oleh ausnya informasi.
2.      Teori interferensi
     Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori janga panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan). Akan tetapi proses lupa terjadi karena informasi yang satu menggangu proses mengingat informasi lainnya. Bisa terjadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat informasi yang lama, tetapi bisa juga sebaliknya.
    Bila informasi yang baru kita terima, menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, terjadilah interferensi retroaktif. Dalam hidup sehari-hari kita mengalami hal ini.
      Adalagi yang disebut interferensi proaktif, yaitu informasi yang sudah dalam memori jangka panjang mengganggu proses mengingat informasi yang baru saja disimpan.
3.      Teori retrieval failure
     Teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali tidak disebabkan oleh interferensi. Kegagalan mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali.
4.      Teori motivated forgetting
     Menurut teori ini, kita akan cenderung melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan ini cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Teori ini didasarkan atas teori psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Dari penjelasan di atas, jelas bahwa teori ini juga beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan masih selalu ada.
5.      Lupa karena sebab-sebab fisiologis
     para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang disebut amnesia. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan dalam beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan dikatakan menderita amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, ia dikatakan menderita amnesia anterograd. Karena proses lupa dalam kedua kasus ini erat hubungannya dengan faktor-faktor biokimiawi otak, maka kurang menjadi fokus perhatian bagi para pendidik.

     G.    Meningkatkan Kemampuan Ingatan
         Secara umum usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan memori harus memenuhi tiga ketentuan sebagai berikut:
1.      Proses memori bukanlah suatu usaha yang mudah. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa pengulangan/rekan. Mekanisme dalam proses mengingat sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan “belajar dari pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya saat ini.
2.      Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain. Khusus mengenai hal ini, konteks memegang peranan penting. Dari uraian di depan jelas bahwa memori sangat dibantu bila informasi yang dipelajari mempunyai kaitan dengan hal-hal yang sudah dikenal sebelumnya. Konteks dapat berupa peristiwa, tempat, nama sesuatu, perasaan tertentu dan lain-lain. Konteks ini memberikan retrievel cues atau karena itu mempermudah recognition.
3.      Proses memori memerlukan organisasi. Salah satu pengorganisasian informasi yang sangat dikenal adalah mnemonik (bahasa Yunani: mnemosyne, yaitu dewi memori dalam mitologi Yunani). Informasi diorganisasi sedemikian rupa (dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dikenal) sehingga informasi yang kompleks mudah untuk diingat kembali.
      Salah satu metode mnemonik yang biasa dilakukan adalah metode loci (method of loci; loci= locus= tempat). Individu diminta untuk membayangkan suatu tempat yang ia kenal dengan baik, misalnya rumahnya. Ia membayangkan dari bagian rumah itu, misalnya dari ruang tamu sampai kekamarnya. Ia membayangkan benda-benda apa saja yang akan ditemui didekat pintu masuk, di ruang tamu, dekat pintu kamarnya dan di dalam kamarnya. Kemudian ia diasosiasikan benda-benda tersebut dengan informasi baru yang harus diingat.
            Metode mnemonik lain yang biasa dipakai adalah metode menghubung-hubungkan (link method), yaitu menghubungkan informasi yang harus diingat satu dengan lainnya sehingga mempunyai arti, walu kadang-kadang agak lucu.
            Orang yang baru belajar musik sering harus menghafal tanda-tanda yang amat kompleks. Untuk itu cara seperti berikut sering banyak membantu:
a.  Nada-nada yang naik ½ (kruis/ #) = Gudeg Djogja Amat Enak Banyak Fitamin
b.  Nada-nada yang turun ½ (mol) = Fajar Bandung Elok Amat Dekat Garut Ciamis
    Seorang mahasiswa psikologi yang ingin menghafalkan spektrum warna harus menempuh jalan sebagai berikut:
     Mau Jadi Koboi Harus Bisa Naik Unta = Merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila Ungu
            Pengorganisasian juga bisa dilakukan dengan membuat suatu akronim sekaligus sebagai suatu kesatuan informasi (chunk) seperti dalam jembatankeledai yang pernah kita singgung di depan (LUBER, ANDAL kota BERIMAN, dan lain-lain). (Irwanto, 1991: 152-158)



     H.    Kiat Mengurangi Lupa dalam Belajar
      Kiat terbaik untuk mengurangi lupa adalah dengan cara meningkatkan daya ingat akal siswa. Banyak ragam kiat yang dapat dicoba siswa dalam meningkatkan daya ingatannya, antara Barlow (1985), Reber (1988), dan Anderson (1990) adalah sebagai berikut:
1.      Overlearning
     Overlearning (belajar lebih) artinya upaya belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas materi pelajaran tertentu. Overlearning terjadi apabila respons atau reaksi tertentu muncul setelah siswa melakukan pembelajaran atau respons tersebut dengan cara di luar kebiasaan. Banyak contoh yang dapat dipakai untuk overlearning, antara lain pembacaan teks pancasila pada setiap hari senin dan sabtu memungkinkan ingatan siswa terhadap P4 lebih kuat.
2.      Extra Study Time
    Extra Study Time (tambahan waktu belajar) ialah upaya penambahan alokasi waktu belajar materi tertentu berarti siswa menambah jam belajar. Penambahan frekuensi belajar berarti siswa meningkatkan kekerapan belajar materi tertentu. Kiat ini dipandang cukup strategis karena dapat melindungi memori dari kelupaan.
3.      Mnemonic Device
     Mnemonic device (muslihat memori) yang sering juga disebut mnemonic itu berarti kiat khusus yang dijadikan “alat pengait” mental untuk memasukkan item-item informasi ke dalam sistem akal siswa.
4.      Pengelompokkan
    Maksud kiat pengelompokkan (clustering) ialah menata ulang item-item materi menjadi kelompok-kelompok kecil yang dianggap lebih logis dalam arti bahwa item-item tersebut memiliki signifikansi dan lafal yang sama atau sangat mirip.
5.      Latihan Terbagi
     Lawan latihan terbagi (distributed practice) adalah massed practice (latihan terkumpul) yang sudah dianggap tidak efektif karena mendorong siswa melakukan cramming. Dalam latihan terbagi siswa melakukan latihan-latihan waktu-waktu istirahat. Upaya demikian dilakukan untuk menghindari camming, yakni belajar banyak materi secara tergesa-gesa dalam waktu yang singkat. Dalam melaksanakan istributed practice, siswa dapat menggunakan berbagai metode dan strategi belajar yang efisien.
6.      Pengaruh Letak Bersambung
    Untuk memperoleh efek positif dari pengaruh letak bersambung (the serial position effect), siswa dianjurkan menyusun daftar kata0kata (nama, istilah dan sebagainya) yang diawali dan diakhiri dengan kata-kata yang harus diingat. Kata-kata yang harus diingat siswa tersebut sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf dan warna yang mencolok agar tampak sangat berbeda dari kata-kata yang lainnya yang tidak perlu diingat. Dengan demikian, kata yang ditulis pada awal yang akhir daftar tersebut memberi kesan tersendiri dan diharapkan melekat erat dalam subsistem akal permanen siswa. (Muhibbin Syah, 1996: 160-164)

Ulasan Pemikiran 
     Artikel ini saya repost karena menurut saya ini sangat bermanfaat, karena selain kita bisa mengetahui apa pengertian dari ingatan, kitapun bisa mengetahui macam-macam gangguan, bisa mengetahui bagaiman proses terjadinya lupa beserta penyebabnya, serta yang sangat penting adalah kita bisa mengetahui berbagai cara untuk meningkatkan ingatan dan mencegah terjadinya lupa, dan membantu bagi para pelajar berbagai kiat atau cara untuk mengurangi lupa dalam belajar. Jika kita tidak ingin sesuatu yang kita ingat sampai terlupakan, apalagi hal tersebut sangat penting, maka cara yang bisa kita lakukan adalah dengan terus mengulang-ngulang hal tersebut dengan cara membaca, mengahapal, mengingat kembali dan sebagainya, jika hal tersebut dijalankan maka ingatan tersebut akan masuk ke momori permanen sehingga tidak akan terlupakan.

    Sumber : http://diniafriantiefendi.blogspot.co.id/2013/03/ingatan-dan-lupa.html

Rabu, 06 April 2016

BAKTI SOSIAL

Kegiatan Bakti Sosial



Forum angkatan IKHLAS (ikatan ukhuwah 2015) mengadakan kegiatan Bakti Sosial untuk pertama kalinya, pada tanggal 20 Maret 2016 yang dilaksanakan di Yayasan Yatim Piatu Hidayatullah Bojongsari-Depok, pukul 9:00 WIB. Dan saya  terpilih sebagai panita konsumsi di acara tersebut.
Berbagai persiapan dilakukan untuk mensukseskan acara ini, mulai dari pengumpulan dana, serta bantuan berupa barang-barang seperti pakaian yang masih layak pakai, buku-buku, alat sholat, dan sebagainya. Tak lupa kami pun turut mengundang teman-teman yang lain untuk berpartisipasi di acara kami. Beberapa hari sebelum acara dimulai, kami melakukan berbagai persiapan seperti pembelian hadiah, pengepakan barang-barang yang sudah berhasil dikumpulkan, penentuan acara yang akan dilaksanakan disana, dan lain-lain. Pada malam hari sebelum acara tersebut dimulai, kami membeli berbagai cemilan, serta memesan makanan yang akan kami ambil esok harinya.

Tepat pada hari Minggu tanggal 20 Maret 2016, kami bersiap-siap untuk berangkat menuju ke panti asuhan tempat acara kami dilaksanakan. Semua panitia berangkat terlebih dahulu, dan untuk teman-teman yang mengikuti kegiatan tersebut berkumpul di masjid Daarul Ilmi Universitas Gunadarma pukul 7:00 WIB dan berangkat pukul 7:30 WIB.

Teman-teman sampai pukul 9:00 WIB. Sesampainya mereka disana, adik-adik dari yayasan tersebut mulai dari SD sampai SMA telah berkumpul untuk menyambut mereka. Acara dimulai oleh MC, yang diawali dengan salam, sapa, senyum dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran oleh Yusuf dan terjemahannya oleh saya ( Evi ).



Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana BAKSOS, Bana Fatahilah. Kemudian sambutan dari Ketua Forkat IKHLAS, Muhammad Gufron, serta sambutan dari pemilik yayasan tersebut. Setelah penyampaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh ketua baksos, yang pertama adalah : Pemberian materi seputar islam oleh teman-teman dari Universitas Gunadarma, yang masing-masing mendapatkan 1 mentor. Semabari menikmati cemilan yang telah disediakan, mentoring tersebut berlangsung dengan disertai canda tawa antara kakak mentor dan adik-adik.









Selama kigiatan mentoring berlangsung, saya dan panitia lain selaku panitia konsumsi, bertugas untuk mempersiapkan serta menyajikan cemilan dan minuman untuk teman-teman dan adik-adik yang sedang melaksanakan kegiatan metoring.








Setelah adzan solat dzuhur berkumandang, kegiatan mentoring pun diakhiri dan semua peserta bersiap-siap untuk melaksanakan solat berjamaah. Selama mereka melaksanakan solat, semua panitia konsumsi mempersiapkan makanan yang berupa nasi dan lauknya serta
minuman untuk makan siang. Kami menyusun makanan tersebut dengan rapi, agar ketika mereka selesai solat. mereka bisa langsung memakan makanan tersebut. Setelah mereka selesai solat, mereka pun berkumpulan dan bersiap-siap untuk makan. Dan ketika mereka makan, barulah panitia konsumsi melaksanakan solat.



Setelah semua peserta selesai makan, kagiatan pun dilanjutkan ke acara yang kedua yaitu : games, yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Banyak games yang peserta mainkan.
Setelah semua games dimainkan, dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk adik-adik yang memenangkan games tersebut. Kami juga memberikan beberapa pakaian, alat tulis dan sebagainya, yang telah kami kumpulkan kepada pihak yayasan.

Acara demi acara pun telah selesai dilakukan. Dan sebelum acara tersebut ditutup, tak lupa kami mengambil beberapa gambar dengan semua peserta baksos, sebagai kenang-kenangan.






Acarapun ditutup dengan do'a yang dipimpim oleh pemilik panti asuhan. Setelah penutupan, kami semua bergegas pulang kerumah masing-masing.

Jumat, 01 April 2016

Rafflesia Arnoldi






Klasifikasi Ilmiah


Kerajaan      : Plantae
Divisi
            : Magnoliophyta
Kelas
            : Magnoliopsida
Ordo
           : Malpighiales
Famili
          : Rafflesiaceae
Genus
          : Rafflesia
Spesies
         : Rafflesia arnoldii R. Br.

Morfologi





Rafflesia Arnoldii pertama kali ditemukan di Desa Pulau Lebar Kabupaten Bengkulu Selatan dengan berat keseluruhan 15 pon. Tumbuhan ini ditemukan pada tanggal 20 Mei 1818 oleh Sir Thomas Stanfort Raffles seorang Gubernur Jenderal Inggris pada waktu itu, bersama seorang pencinta alam Dr. Joseph Arnold. Untuk menghormati penemuan ini, maka tumbuhan ini diberi nama Rafflesia arlnoldii, didasarkan dari gabungan nama Sir Thomas Stanfort Raffles dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga. Walaupun masyarakat Bengkulu telah dahulu mengenal tanaman ini dengan nama bunga Benalu, Krubut, Ambun, Pelimun, Ambai–ambai dan Sekedai.

Deskripsi Rafflesia Arnoldi


Rafflesia Arnoldi sebagaimana jenis Rafflesia lainnya merupakan tumbuhan parasit obligat. Ia tumbuh di dalam batang liana (tumbuhan merambat) dari genusTetrastigmaRafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu ber-fotosintesis sendiri. Namun memiliki akar isap (haustorium) yang berfungsi untuk menyerap makanan / nutrisi yang dibutuhkan, yang diambil dari tumbuhan inangnya.
Selain tidak memiliki daun, bunga yang ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Bengkulu dan sebagai puspa langka (satu dari tiga bunga nasional) Indonesia ini juga tidak memiliki batang maupun akar. Praktis bagian tanaman Rafflesia Arnoldi yang tampak hanyalah bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu.
Bunga Rafflesia Arnoldi memiliki bunga yang melebar dengan 5 mahkota bunga. Saat mekar diameter bunga ini dapat mencapai antara 70-110 cm dengan tinggi mencapai 50 cm dan berat mencapai 11 kg.
Di dasar bunga di bagian tengah berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase keberhasilan pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan.
Pertumbuhan Rafflesia Arnoldii dimulai dengan perkecambahan yang terdapat di dalam kulit tumbuhan inang kemudian berkembang menjadi benang-benang
Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari dan biasanya akan dikerumuni lalat dan serangga lain. Rafflesia Arnoldii berbunga sepanjang tahun dan saat berbunga paling banyak adalah pada bulan-bulan basah.
Saat mekar, bunga Rafflesia Arnoldi mengeluarkan bau agak busuk. 
Bau busuk dari Rafflesia Arnoldii akan menarik berbagai jenis serangga terutama lalat. Lalat ini akan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Rafflesia Arnoldii merupakan tumbuhan berumah dua, sehingga dalam penyerbukannya memerlukan perantara yang berupa hewan. Lalat merupakan hewan utama yang membantu dalam penyerbukan. Lalat penyerbuk pada tumbuhan ini adalah Lucilia sp (lalat hijau) dan Sarchopaga ( lalat abu-abu ). Jika bunga betina dapat diserbuki maka akan dihasilkan buah yang berisi lebih dari 100 biji. Bunga jantan dan bunga betina akan sulit dibedakan apabila kita lihat dari luar karena kedua-duanya berwarna merah kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik putih.
Biji Rafflesia Arnoldii yang terdapat pada jaringan buah yang terurai hanya dapat tumbuh pada tumbuhan inangnya bila terdapat hewan penyebar biji yang berfungsi sebagai pembawa biji dan melukai akar tumbuhan inang. Hewan yang berperanan dalam penyebaran biji ini diduga berasal dari mamalia berkuku ( ungulata ) seperti babi hutan, rusa, kijang dan jenis tupai.

Habitat, Persebaran, dan Konservasi


Secara alami, penyebaran Rafflesia arnoldii secara ekologis, yaitu di ekosistem hutan pantai, hutan tropika dataran rendah hingga hutan hujan pegunungan.
Sejumlah pihak meyakini bunga Rafflesia Arnoldi atau Patma Raksasa merupakan tumbuhan endemik Sumatera.
Ada beberapa macam bunga Rafflesia seperti Rafflesia Acehencis, Rafflesia Rochussenii, Rafflesia zollingeriana dan lain-lain yang tumbuhnya tersebar di beberapa daerah di kawasan Malenesia yang meliputi Malaysia, Indonesia dan Filipina. Tetapi jenis-jenis ini umumnya berukuran lebih kecil dengan penampilan saling berbeda. Rafflesia Arnoldii berukuran raksasa dan diketahui hanya terdapat di Sumatera dan penyebarannya berada di sepanjang punggung Bukit Barisan dari Aceh sampai Lampung dengan pusat ekologi di Bengkulu.
Beberapa lokasi yang sering ditemui tumbuh bunga Rafflesia Arnoldi antara lain di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Seblat (kabupaten Bengkulu Utara), dan Padang Guci Kabupaten Kaur. TNBBS sendiri telah ditetapkan sebagai pusat konservasi tumbuhan ini.
Bunga Rafflesia Arnoldi memang tanaman langka, sulit ditemukan, serta endemik. Apalagi keberadaannya yang seakan bersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang mekarnya hanya seminggu. Lantaran itu, bunga ini ditetapkan sebagai puspa langka, mendampingi puspa bangsa, dan puspa pesona (3 bunga nasional Indonesia) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.
Rafflesia Arnoldi hingga saat ini belum pernah berhasil dikembangbiakan secara eks-situ (di luar habitat aslinya). Dari 30-an jenis Rafflesia, hanya Rafflesia patma saja yang telah dapat berkembang biak di luar habitatnya dan pada 2010 kemarin berbunga di Kebun Raya Bogor.


Sumber : 


Nurhayati, Nunung, Mukhlis, dan Agus Jaya. (2014). Biologi. Bandung : Yrama Widya.
http://alamendah.org/2011/03/16/mengenal-rafflesia-arnoldi-gambar-dan-cirinya/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rafflesia
http://thamae.blogspot.co.id/2009/11/ive-new-blogg_09.html?m=1
https://bayuwinoto91.wordpress.com/tag/morfologi-rafflesia/

Senin, 21 Maret 2016

Target 2016

1. Istiqomah dijalan Allah
2. Hapal jua 29, 30 beserta terjemahan
3. Rutin shalat tahajud
4. Rutin puasa senin, kamis serta puasa lainnya
5. Membaca semua kisah para rasul,  mengambil hikmah, serta di amalkan
6. Hapal beberapa hadits
7. Mendapat IPA lebih besar dari sebelumnya
8. Memahami bahasa inggris
9. Lancar berbicara inggris
10. Menguasai PPT
11. Bisa mendesign
12. Bisa membuat kue
13. Bisa menulis dengan baik
14. Mampu menganalisis tulisan tangan
15. Mampu berbicara didepan umum
16. Mampu memainkan 1 atau lebih alat musik
17. Bisa menyetir
18. Masuk sarmag
19. Bisa membaca garis tangan
20. Masuk BEMF psikologi

Rabu, 06 Januari 2016

Puisi Tentang Manusia dan Tuhan

Segala Dosa



Waktu  bergulir singkat terasa
Hari demi hari telah terlewati
Dosa demi dosa pun selalu dijalani
Bagaikan  butiran debu yang tak terhitung

Semakin bertambah setiap hari
Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik yang berlalu
Ku berbuat dosa kepada-Mu
Tiada henti, seakan hidup ini takan pernah berakhir

Dengan otak, ku bisa berfikir
Dengan mata, ku melihat indahnya dunia
Dengan hidung, ku menghirup udara
Dengan mulut, ku bisa berbicara
Dengan telinga, ku mendengar suara
Dengan tangan, ku lakukan banyak hal
Dengan kaki, ku melangkah

Ya Allah . . .
Aku selalu melupakan segala nikmat-Mu
Kau berikan nikmat hidup ini kepada ku
Begitu banyaknya nikmat yang Kau berikan
Sehingga, ku tak mampu tuk menghitungnya

Ya Allah . . .
Hamba-Mu yang berlumur dosa ini
Tak pantas mendapatkan syurga-Mu
Namun hamba-Mu yang lemah ini
Tak sanggup menerima siksa-Mu

Hanya lah air mata yang ku punya saat ini
Hanyalah penyesalan yang ku rasa saat ini
Bersujud ku Kepada-Mu
Berharap maaf tuk segala salah dan dosa yg telah ku lakukan

Sabtu, 21 November 2015

Resensi Novel A Life Less Ordinary

A Life Less Ordinary

( Dari Gelap Kepada Terang )


Hasil gambar untuk novel a less ordinary ( dari gelap kepada terang)









Penulis               : Baby Halder
Penerbit              : Gagas Media
Tahun Terbit      : 2008
Tebal                  : 262 Halaman




Sinopsis

        Buku ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang gadis yang bernama Baby Halder. kehidupan Baby halder sulit disebut 'biasa' mengingat kerasnya hidup yang dia hadapi sejak kecil.
Baby Halder adalah seorang anak perempuan yang ditelantarkan oleh ayahnya sendiri, awalnya ayahnya bilang akan pergi untuk bekerja, dan setiap bulan ayahnya mengrim uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari untuk dia, kakak, adik, dan ibunya. Tapi kemudian ayahnya tak mengirimi mereka uang lagi, yang menyebabkan keadaan mereka semakin sulit, tetapi ibunya tetap menyuruh mereka untuk sekolah karena ibunya tidak mau mereka berhenti sekolah.
Ibu nya merasa marah dan frustasi karena kelakuan ayah nya, dan merekalah yang kerap terkena imbas kemarahan dan rasa frustasinya itu. Tetapi tiba-tiba ayahnya pulang dan memutuskan untuk berhenti bekerja. Baby mulai mengawali masa-masa yang sulit saat ayahnya tidak lagi mendapat pekerjaan. Himpitan ekonomi membuat kebahagiaannya tidak dapat bertahan utuh. Baby dan kakak adiknya pun menjadi luapan kekesalan ibu dan ayahnya. 


        Namun setelah ayahnya kembali, ibu baby yang pergi dari rumah membawa adiknya yang paling kecil dan tak pernah kembali,baby ditelantarkan ibunya sendiri semasa kecil.
Perilaku ayah baby menjadi berubah, ayah nya jarang pulang dan jarang memberi mereka uang. Namun meski dalam kondisi yang sangat sulit mereka tetap berusaha mempertahankan sekolah mereka.
Ayahnya pun sering memukuli baby dengan kejam hingga babak belur. Ayahnya pun memutuskan untuk menikah lagi. Tapi ibu tirinya tidak bersikap baik kepada dia dan adiknya, ibu tirinya memperlakukan mereka dengan kejam dan seenaknya, ibu tirinya bahkan tidak memberikan mereka makan, dan menyuruh mereka melakukan semua pekerjaan rumah tangga. Setiap hari, selalu saja ada derita dan siksaan bagi mereka. Bahkan ia pun harus berhenti sekolah karena tidak punya biaya, padahal baby sangat menyukai sekolah, dan sangat ingin terus sekolah, ia sadar bahwa betapa pentingnya bisa membaca dan menulis, tapi keadaan memaksanya harus berhenti sekolah.


       Di saat usianya menginjak umur 13 tahun, orang tuanya terus bertengkar membahas soal pernikahan. Kemudian ayah Baby menikahkannya dengan lelaki yang belum pernah ia kenali sebelumnya. Lelaki yang usianya belasan tahun lebih tua darinya. Pernikahan pun tidak berjalan mulus sesuai dengan apa yang ia pikirkan sebelumnya. Suaminya tidak peduli padanya bahkan Suaminya sering sekali mengeluarkan kata-kata kotor kepada Baby dan sering memukuli Baby. Hingga akhirnya Baby menjadi ibu dari tiga orang anak di usianya yang sangat dini. Kemudian ia pun mengambil sebuah keputusan besar, yaitu pergi meninggalkan rumah dan suaminya.


      Baby adalah wanita yang sangat menyukai sekolah. Walaupun sekolahnya hanya sampai SD, tapi ia berusaha mengajar dan memberi ilmu kepada anak-anaknya. Baby bekerja sebagai pembantu rumah tangga setelah ia pergi meninggalkan suaminya. Ia bekerja dari rumah satu ke rumah lain hingga ia dapat memberikan uang sebagai nafkah untuk anak-anaknya meskipun itu kurang dari cukup. Baby juga tidak mendapatkan perlakuan baik selama ia bekerja sebagai pembantu di beberapa rumah. Tetapi Ia selalu sabar menghadapi semua cobaan yang menimpanya, dan ia tidak pernah menyerah atau berputus asa dalam menghadapi semua cobaan itu.


      Setelah beberapa kali Baby berpindah tempat menjadi pembantu rumah tangga di beberapa daerah di Delhi, pada akhirnya ia bekerja di suatu rumah, suatu rumah yang akan mengubah jalan hidupnya. Yaitu rumah seorang laki-laki muslim, Dr Prabodh Kumar. Ia dan semua keluarganya memperlakukan baby dengan sangat baik. Ia memperlakukan Baby seperti anak perempuannya sendiri. Prabodh Kumar-lah yang pertama kali menyadari ketertarikan Baby pada dunia sastra sangat besar. Prabodh Kumar sendiri berasal dari keluarga penulis, dan ia adalah seorang penulis terkenal. Melihat semangat dan kecerdasan Baby dalam tulisannya, Prabodh menyuruhnya untuk tetap menulis apa yang ingin ia tuliskan. Selama proses penulisan ia juga mendapat banyak dukungan dari orang-orang disekitanya, sehingga membuatnya semakin bersemangat, hingga akhirnya terbitlah buku A life less ordinary.

Kelebihan : 

Novel ini menceritakan tentang perjalankan Baby Halder yang penuh perjuangan menyadarkan kita untuk selalu berpikir positif, dan dengan membaca novel ini bagaikan mendapat siraman rohani yang mendamaikan hati sekaligus memberi semangat. Kata-kata nya juga sangat menyentuh dan mampu menggugah pembaca untuk lebih bersyukur dengan karunia yang sudah ada.



Kekurangan :

Novei ini bersifat dramatis. Pembaca dapat menemukan terlalu banyak kejadian kekerasan yang dialami oleh Baby. Mungkin orang akan mudah bosan dengan alur seperti ini. Tetapi hal itu tidak terlalu terlihat karena novel ini menyuguhkan happy ending yang tak terduga.



Pesan moral :



Pesan moral yang terkandung dalam novel ini adalah :
Manusia dilahirkan untuk menjadi kuat, dan siapapun bisa menjadi kuat dengan caranya. Kuat bukan hanya dalam fisik, sebab berjuang untuk hidup tak hanya menuntut ketangguhan fisik, tetapi juga keteguhan atas keinginan untuk bertahan.
Lihatlah Baby, yang dari sejak kecil ia telah mendapatkan cobaan yang sangat berat, serta menahan rasa sakitnya, namun ia terus menyalakan api semangat dalam hidupnya.
Itulah yang membedakan Baby dengan perempuan lainnya yaitu kekuatannya untuk bertahan dan menyelesaikan masalah, dia adalah perempuan yang sangat tegar.
Jadi jangan menyerah  atau pun berputus asa ketika diterpa masalah, tapi hadapilah semua masalah itu, belajarlah untuk bertahan dan tidak menyerah pada mimpi dan harapan.

Serta pesan moral lainnya yang terdapat dalam novel ini adalah semangat dan minatnya dalam dunia pendidikan di tengah orang-orang yang tidak mendukungnya.
cerita Baby ini patut untuk dijadikan cerminan bagi kita.